Call nowBOOK NOW

Besakih Tour

Besakih dan Kecak Tour salah satu pilihan Full Day Tour yaitu jalan-jalan mengunjungi obyek wisata di Bali dengan durasi 10 jam. Besakih dan Kecak Tour adalah tour atau jalan-jalan selama kurang lebih 10 jam (full day tour) mengunjungi obyek-obyek wisata yang ada di belahan Bali timur. Tour ini murni bernafaskan budaya dan religius karena secara umum obyek yang dikunjungi adalah Pura. Meskipun demikian namun setiap obyek wisata pura yang akan dikunjungi selama tour ini memiliki keunikan masing-masing. Contohnya Pura Goa Lawah, dimana pura ini berada di mulut sebuah goa yang dipenuhi dengan ribuan kelelawar. Selain itu suguhan tari Kecak di akhir perjalanan juga merupakan atraksi yang tak kalah menariknya. Informasi lebih lengkap tentang obyek-obyek wisata yang akan dikunjungi selama mengikuti tour atau wisata jalan-jalan ini terangkum dalam informasi di bawah ini.

RENCANA PERJALANAN

Obyek pertama yang dikunjungi adalah Kerta Gosa, suatu bangunan (bale) yang merupakan bagian dari kompleks kraton Semarapura dan telah dibangun sekitar tahun 1686 oleh raja pertama Klungkung yaitu Ida I Dewa Agung Jambe. Keunikan bangunan di Kerta Gosa yaitu pada permukan plafon atau langit-langit bale dihiasi dengan lukisan tradisional gaya Kamasan (sebuah desa di Klungkung) yang sangat populer di Bali. Lukisan-lukisan tersebut merupakan rangkaian dari suatu cerita yang mengambil tema pokok parwa (bab dalam kitab Mahabrata) yaitu Swargarokanaparwa dan Bima Swarga yang memberi petunjuk tentang hukuman karma phala (akibat dari baik-buruknya perbuatan yang dilakukan manusia selama hidup) serta reinkarnasi kembali ke dunia karena perbuatan dan dosa-dosa manusia.

Beranjak menuju Besakih untuk mengunjungi Pura terbesar di Bali yang terletak di kaki Gunung Agung yang merupakan gunung tertinggi di Bali. Wujud awal pura Besakih adalah Pura Basukian dimana di tempat inilah Rsi Markendya menerima wahyu Tuhan sebagai cikal bakal Agama Hindu Dharma yang ada di Bali seperti sekarang ini. Seiring berjalannya waktu, maka dibangunlah kompleks Pura Besakih yang terdiri dari sebuah Pura pusat (Pura Penataran Agung) dan 18 Pura pendamping (termasuk Pura Basukian dan 17 Pura Lainnya). Secara umum, konsep pemujaan di Pura ini terdiri dari 2 jenis yaitu pemujaan terhadap arwah leluhur yang disucikan (Pitara) dilakukan di masing-masing Pura Pedarman, dan pemujaan kepada Sang Penguasa Tunggal dalam 3 manifestasi-Nya sebagai penguasa alam roh, alam manusia, dan alam Dewata, dilakukan di Pura Penataran Agung. Makan siang disajikan di Puri Boga restaurant sambil menikmati keindahan panorama Bukit Jambul, sebuah bukit di lereng gunung yang berbentuk unik.

Mengunjungi Pura Goa Lawah, sebuah pura dimulut goa yang dijaga oleh ribuan kelelawar yang bergelantungan didinding mulut goa. Pura ini dibangun di tepi pantai Kusamba pada abad ke-11 oleh Mpu Kuturan, salah satu orang suci yang datang ke Bali yang mempunyai andil besar dalam hal konsep pemujaan bagi masyarakat Hindu di Bali. Pura Goa Lawah merupakan salah satu pura terpenting di Bali, karena erat kaitannya dengan upacara pensucian arwah leluhur atau lebih dikenal dengan sebutan upacara Nyegara Gunung. Ribuan kelelawar yang ada di Pura Goa Lawah dipercaya merupakan mahluk suci yang ditugaskan untuk menjaga kesucian pura. Kawanan kelelawar seakan tak terusik dan tetap sibuk bergelantungan dimulut goa meskipun ratusan orang berkunjung ke pura ini setiap harinya.

Kemudian diteruskan dengan menyaksikan kehidupan nelayan tradisional dan rutinitas mereka dalam membuat garam tradisional di pesisir pantai Kusamba. Pantai Kusamba merupakan salah satu pantai di Bali dimana penduduk lokalnya berprofesi sebagai nelayan. Terlihat perahu nelayan setempat berderet di bawah pohon nyiur di tepi pantai ini, begitu pula pondok-pondok pembuatan garam tradisional yang berjejer di sepanjang pantai. Melihat proses pembuatan garam tradisional merupakan atraksi yang menarik bagi mereka yang berkunjung ke pantai Kusamba.

Tour diakhiri dengan menonton pertunjukan tari Kecak. Tari Kecak merupakan salah satu tari tradisional Bali yang sudah ada sejak tahun 1930-an. Tari ini sangat berbeda dengan tari Bali lainnya dimana irama musik dalam tarian Kecak tercipta dari kata “cak” yang diucapkan oleh kurang lebih 50 orang pria yang membentuk irama musik yang sangat indah. Para pria tersebut bertelanjang dada mengenakan kain hitam putih dan duduk melingkar beraturan mengelilingi para penari yang hanya diterangi dengan sinar redup dari lampu tradisional yang berada ditengah-tengahnya. Ceritera yang diusung dalam pementasan tari Kecak bertema Ramayana, menceritakan tentang kisah cinta abadi antara Rama dan Sinta.

2 - 3 Orang 4 - 5 Orang 6 - 8 Orang 16 - 22 Orang 23 - 28 Orang
Rp. 335,000 Rp. 300,000 Rp. 258,000 Rp. 190,000 180,000

Fasilitas yang di dapatkan

  • Kendaraan
  • Sopir
  • BBM
  • Karcis Masuk ke tempat wisata
  • Biaya tidak termasuk makan siang dan makan malam